Kesaksian Para Pemilik Mesin Beras Embrio SUGAWA

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Thursday, December 12, 2013

Fakta tentang Beras Putih


Kesehatan kita dipengaruhi oleh banyak hal seperti pola makan, jadwal istirahat, aktivitas pekerjaan, olahraga, stress dan lain-lain. Dari seluruh faktor yang mempengaruhi kesehatan tersebut, ternyata pola makan memegang kontribusi yang dominan dan sangat penting untuk diprioritaskan. Pola makan yang baik meliputi frekuensi makan, jenis makanan, jumlah kalori dari makanan, cara makan dan tentu saja gizi yang terkandung dalam makanan tersebut. 


Setiap benua memiliki perbedaan tradisi dalam pola makan, dan biasanya makanan utama/makanan pokok dari setiap negara berbeda. Ada yang berasal dari gandum, ubi-ubian, jagung, padi, sagu, dan sebagainya. Negara kita dikenal dengan makanan pokoknya , yaitu nasi, yang berasal dari beras.

Namun, beberapa tahun terakhir banyak sekali bermunculan jutaan artikel di media maupun internet membahas kelemahan dan kekurangan dari makanan pokok bangsa Indonesia. Beras dan nasi dituding menjadi pemicu dari salah satu gejala penyakit yang mematikan di dunia , yaitu kencing manis (diabetes). Kencing manis divonis sebagai dalang dari berbagi komplikasi penyakit mematikan seperti serangan jantung, gagal ginjal, stroke, kemandulan, katarak, dan masih  banyak lagi. Bangsa Indonesia dinilai memiliki penderita kencing manis terbanyak di dunia karena setiap hari rajin mengkonsumsi beras/nasi. 

Beberapa artikel memuat bahaya nasi putih yang terkait dengan kencing manis , antara lain: 
http://health.kompas.com/read/2012/03/16/11184138/Nasi.Putih.Tingkatkan.Risiko.Diabetes

Sebelum kita menyetujui tudingan bahwa makanan pokok kita adalah sumber penyakit, ada baiknya kita mengkritisi beberapa hal berikut : 
  1. Benarkah leluhur kita meninggalkan sesuatu yang berbahaya bagi kita semua? Tegakah mereka meneruskan tradisi yang membawa petaka bagi generasi berikutnya?
  2. Benarkah beras dan nasi adalah sumber penyebab diabetes? Bila benar demikian, kenapa orang Jepang yang juga makanan pokoknya beras merupakan bangsa yang paling sedikit terkena diabetes?
  3. Kalo memang beras/nasi menyebabkan kencing manis, kenapa penderita kencing manis sekitar 20 - 50 tahun lalu tidak sebanyak sekarang? Bukankah tradisi makan nasi tidak pernah berubah sejak dulu?
Jika memang beras/nasi yang kita makan sama dengan beras dahulu, harusnya dampaknya sama sejak dulu, artinya penderita diabetes di indonesia harusnya saat ini sudah jauh lebih banyak lagi.  Padahal maraknya pengidap diabetes di Indonesia terlihat peningkatan signifikan baru dalam 20 tahun terakhir.


Mari kita perhatikan beberapa kenyataan berikut :

Beras jaman dahulu punya banyak karakteristik yang berbeda dengan beras saat ini. Tanyakanlah hal ini kepada orang di keluarga kita yang hidup paling tidak mengalami era sebelum tahun 1990. Perubahan fisik pada beras tidak terjadi secara mendadak, melainkan secara perlahan-lahan sehingga tidak terdeteksi dan proses yang panjang ini berlangsung tanpa kita sadari dalam 20 tahun terakhir. Setidaknya secara fisik, ada 3 perbedaan mencolok antara beras dahulu dan beras sekarang.
  1. Warna. Dulu warna beras bukanlah putih, melainkan agak krem/coklat dan pekat seperti susu. Jika kita bandingkan dengan beras saat ini cenderung warnanya putih agak transparan dan sedikit mengkilat. Beras jaman dahulu bila dilihat terkesan agak tidak rata warnanya karena ujungnya terdapat embrio / tunas/ lembaga /menir (bahasa Jawa) yang seperti susu, sedangkan beras sekarang warnanya rata dan ujungnya cekung krn telah kehilangan embrio tersebut.
  2. Tekstur. Tekstur beras dahulu bila dipegang akan berasa seperti sedikit bertepung dan agak kesat, sedangkan beras sekarang terasa keras, licin dan bersih. 
  3. Konten. Bila dijatuhkan ke lantai atau permukaan yang keras, beras jaman dahulu akan relatif memantul lebih rendah, sedangkan beras jam sekarang relatif akan memantul lebih tinggi antara 2-3 kali lipat pantulan beras jaman dahulu. 



BEBERAPA EKSPERIMEN YANG ANDA BISA LAKUKAN SENDIRI DI RUMAH
  1. Beli beras mentah kemudian tanam ke tanah di rumah dan sirami setiap hari, maka yang terjadi adalah bbrpa hari kemudian beras tersebut akan tumbuh. Inilah yang disebut dengan beras hidup. Bersamaan dengan itu tanamlah beras putih yang biasa anda makan setiap hari di sebelah beras mentah tersebut dan lakukan hal yang sama, hasilnya tidak akan ada yang tumbuh. (Lihat Hasil Eksperimen)
  2. Carilah mangga yang belum matang 2 buah, dan masukkan satu ke dalam tempat beras mentah (dipendam) dan pendamlah mangga yang lain di dalam tempat beras putih. Tunggulah bbrp hari kemudian perhatikan apa yang terjadi pada kedua mangga tersebut. Mangga yang dipendam dalam beras mentah akan masak/matang dan manis. Mangga yang dipendam dalam tempat beras putih akan lebih mentah dan berbeda rasanya, beberapa mungkin busuk.
  3. Celupkan tangan Anda ke dalam tumpukan beras mentah  dan celupkan sebelah tangan anda ke dalam tumpukan beras putih. Rasakanlah hawanya, maka tangan yang dipendam dalam beras mentah akan terasa lebih hangat daripada yang di dalam beras putih. Artinya beras mentah atau beras embrio memiliki energi karena masih hidup
  4. Cucilah beras mentah, dan siramkan air cuciannya ke tanaman Anda setiap hari , perhatikan pertumbuhan bunganya dalam 1-2 minggu (terutama pada tanaman yang mudah berbunga seperti mawar). Bandingkan bila Anda menyiramkan air cucian beras putih. Yang disiram dengan air cucian beras embrio akan tumbuh subur, yang disiram dengan cucian air beras putih tidak akan banyak perubahan, bahkan mungkin akan terjadi beberapa proses penjamuran

Mengapa beras dahulu berbeda dengan sekarang ?
  • Persepsi masyarakat yang menganggap beras yang putih adalah beras yang baik karena terlihat bersih, mengkilap
  • Gaya hidup praktis, lebih suka menumpuk beras dalam waktu lama dan bebas kutu
  • Populasi yang meningkat cepat membuat produksi beras putih berskala masa dan harus tahan lama.
Hal ini mengakibatkan beras mengalami transformasi menjadi bentuk seperti sekarang (putih, bersih, bebas kutu, tahan lama) demi mengikuti permintaan pasar / market. Untuk mendapatkan beras putih dipergunakanlah berbagai macam cara yang terkadang sangat berbahaya untuk kesehatan. Beberapa zat kimia yang diduga dapat dicampuran dalam beras ketika dalam penggilingan antara lain : anti jamur , pemutih, zat kapur, dan pengawet.





Beberapa artikel tentang beras yang dicampuri zat kimia :
http://www.resepbunda.biz/2012/02/03/memilih-beras-baik-aman-untuk-dikonsumsi-dari-catering-bandung-resep-bunda/
http://kumpulanartikelbersama.blogspot.com/2011/12/bahaya-dan-tips-deteksi-beras.html
http://my.opera.com/indatyas/blog/waspada-zat-pemutih-pada-beras
http://www.resep.web.id/tips/inilah-5-tips-agar-terhindar-dari-bahaya-beras-mengandung-arsenik.htm
http://kamianakpangan.blogspot.com/2009/09/fenomena-beras-berpemutih.html
http://ayok.wordpress.com/2007/09/03/82-persen-penggilingan-padi-di-jabar-gunakan-klorin/
http://zoewarck.blogspot.com/2011/10/bahaya-beras-berpemutih.html
https://www.google.com/searchbiw=1366&bih=681&q=beras+berpengawet&oq=beras+berpen&gs_l=serp.1.0.0i30j0i5i30.14318.17785.0.20349.14.13.1.0.0.0.159.1697.3j10.13.0...0.0...1c.1.11.serp.RTvgL9WQkDM
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=293446


Konsumsi Beras Mentah sebagai Alternatif

Beberapa waktu terakhir cukup banyak orang yang mulai mengkonsumsi beras mentah (beras coklat, beras merah, beras hitam) sebagai alternatif mengurangi konsumsi beras putih. Praktisi kesehatan dan nutrisionis pun mulai menganjurkan kepada para pasien dan klien agar mengganti konsumsi beras putih dengan bahan makanan lain seperti kentang, beras merah, beras hitam, umbi-umbian, dan sebagainya. Semua alternatif dianjurkan dengan tujuan mengurangi indeks glikemi (gula) dalam makanan. Mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemi yang lebih rendah membantu mengurangi resiko penyakit kencing manis.


Beras mentah memang memiliki keunggulan dari sisi kesehatan, namun ada beberapa masalah yang terdapat pada beras mentah, sehingga cukup banyak orang yang menghentikan konsumsi beras mentah dan kembali mengkonsumsi beras putih. Tekstur beras mentah keras dan sulit menyatu dengan lauk menyebabkan rasanya tidak sedap di mulut.  Memasak beras mentah pun juga harus menggunakan tehnik khusus yaitu dengan merendamnya semalaman sebelum dimasak atau memasaknya dengan air yang lebih banyak.  


Konsumsi beras mentah juga akan memberikan masalah baru bagi pencernaan karena kandungan asam fitat (phytic acid) yang terdapat pada kulit ari beras. Asam fitat ini akan menghambat penyerapan vitamin, mineral, serat dan kandungan gizi dalam beras. Artinya, seandainya pun beras mentah berhasil dikonsumsi, kandungan gizinya juga tidak pernah terserap maksimal karena keberadaan asam fitat. 


 KESIMPULAN :

Bangsa Indonesia makan beras yang sama sejak jaman dahulu hingga sekarang. Perbedaannya adalah bangsa Indonesia sekarang mengolah beras hingga menjadi nasi dengan cara yang berbeda, dan cara tersebut bukan memberikan keuntungan secara kesehatan terhadap bangsa ini, namun memberikan momok penyakit baru yang sangat menurunkan kualitas kehidupan. Indonesia saat ini menjadi negara no.4 tertinggi penderita diabetes seluruh dunia, dan berpotensi menjadi no.1 pada tahun 2030. 
http://www.tribunnews.com/2012/12/20/indonesia-berisiko-jadi-juara-penyakit-diabetes-terparah-dunia-tahun-2030
http://www.pdpersi.co.id/content/news.php?mid=5&nid=618&catid=23
http://indodiabetes.com/data-statistik-jumlah-penderita-diabetes-di-dunia-versi-who.html



Bagaimana solusi yang tepat untuk permasalahan ini? Sangat sederhana, yaitu menjaga kualitas gizi beras yang akan kita makan. Nutrisi ini terkandung dalam BERAS EMBRIO. 



Beras Embrio adalah beras yang mempertahankan embrio namun melepas lapisan luar lainnya. Embrio membentuk hanya 3% dari gabah tetapi dengan 66% dari nutrisi beras, yang pada dasarnya merupakan jiwa dari beras. Beras ini kaya akan vitamin B kompleks, serat, biotin, mikro mineral dan lainnya. Beras ini juga membantu untuk mengurangi terjadinya hipertensi, sembelit, diabetes dan kanker. Rasanya enak, mudah dimasak, mudah dicerna dan mudah diserap. Melalui Embryo Rice Machine, saat ini beras embrio dapat didapatkan dengan mudah sehingga telah banyak dikonsumsi di Jepang, Korea, dan negara-negara maju lainnya. 

klik disini SOLUSI MAKAN BERAS SEHAT



MANFAAT BERAS EMBRIO
  1. Membantu menghilangkan racun tubuh dan penyerapan nutrisi.
  2. Memupuk bakteri yang baik.
  3. Pembentukan vitamin.
  4. Membersihkan darah, meningkatkan metabolisme, dan memperkuat kesehatan tubuh.
  5. Menyembuhkan susah buang air besar.
  6. Mengurangi tekanan di dalam usus.
  7. Beras embrio yang sudah dimasak rasanya enak.
  8. Bermanfaat untuk penderita diabetes dan obesitas.
  9. Mengatur kadar nitrogen dan glukosa dalam darah.
  10. Menyerap mikro nutrisi secara efektif.
  11. Mengatur dan meningkatkan kinerja pencernaan dan otak.
  12. Mengatur kinerja saraf dan meningkatkan kekebalan tubuh.
  13. Sumber yang kaya akan vitamin E meningkatkan sirkulasi darah.


PERBANDINGAN NUTRISI 
BERAS PUTIH vs BERAS EMBRIO

NutrisiBeras
 Embrio
Beras Putih
Kalsium3817Membersihkan darah, membentuk tulang.
Fosfor332SedikitBagian penting dari otak, meningkatkan daya ingat.
Zat Besi2Hampir Tidak AdaMencegah anemia, membangun sel-sel darah merah, dan memperkuat tulang.
Magnesium75SedikitMemperkuat sel-sel tulang.
Vitamin B1120-50054Kekurangan Vitamin B1 dapat menyebabkan mati rasa pada kaki, kelelahan, fungsi otak yang memburuk.
Vitamin B126633Kekurangan Vitamin B12 dapat menyebabkan sariawan pada mulut dan lidah.
Vitamin B51520750Meningkatkan fungsi otak, kekurangan Vitamin B5 dapat menyebabkan penyakit kulit.
Asam Folat2016Kekurangan Asam Folat dapat menyebabkan anemia dan penurunan sel darah putih.
Vitamin B662037Banyak ditemukan pada bakteri, ragi, dapat menyembuhkan kondisi asam.
Vitamin K10.0001.000Kekurangan Vitamin K dapat mempersulit pembekuan darah.
Vitamin LSedikitTidak AdaKekurangan Vitamin L dapat menyebabkan penurunan produksi susu.
Vitamin ESedikitTidak adaKekurangan Vitamin E dapat menyebabkan infertilitas, kelemahan pada pria.
Asam Taro4.1001.000Kekurangan Asam Taro dapat menyebabkan penyakit kulit, pneumonia, diare, nyeri saraf.
Biotin128Kekurangan Biotin dapat menyebabkan kerontokan dan menghambat mobilitas.
Inositol12.400114Mengatur pergerakan usus.
Serat1.000300Membantu buang air besar, menghilangkan impaksi tinja.




Bagaimana kita dapat mendapatkan beras embrio? Ternyata cara mendapatkan beras embrio telah diketahui bangsa Jepang sejak 50 tahun yang lalu.  Seperti kita ketahui, Jepang adalah negara dengan umur terpanjang di dunia dalam rata-rata. Studi baru menunjukkan bahwa rentang umur masyarakat Jepang untuk laki-laki mencapai 81 tahun sedangkan wanita mencapai 86 tahun. Alasan utama untuk hal ini adalah masyarakat Jepang mengkonsumsi beras embrio segar setiap hari.


Di Jepang, harga beras embrio mencapai 25 kali lebih mahal dibandingkan harga beras biasa. Di Jepang, restoran-restoran menyajikan setiap mangkuk nasi dengan harga 600 yen, sekitar Rp. 65000, tetapi tambahan makanan kecil disajikan secara gratis. Oleh karena itu, kita dapat melihat bahwa diet beras yang segar memberikan nutrisi yang seimbang di Jepang, yang pada dasarnya merupakan penyebab utama untuk panjangnya rentang umur di kalangan masyarakat Jepang.


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita makan hidangan laut yang segar, kita bergegas ke pasar setiap pagi untuk sayuran-sayuran segar. Alasananya adalah makanan yang segar mempertahankan nutrisi dengan baik dan memiliki rasa jauh lebih enak. Tidakkah Anda berpikir bahwa makanan pokok kita sehari-hari (beras) juga harus segar? Ya, kita memerlukan beras segar supaya dapat tetap sehat dan berumur panjang. 



Cara tradisional mengkonsumsi beras membutuhkan beras padi yang ditekan, diperas, digiling, dikuliti, penyimpanan lebih lanjut, dan dikirim sebelum mencapai meja makan kita. Beberapa pedagang yang tidak etis bahkan membeli beras busuk untuk didaur ulang lalu dipasarkan kembali. Minyak industry seperti pemutih, pewangi, dan pewarna ditambahkan untuk membuat beras busuk terlihat baru. Beras busuk mengandung tingkat aflatoksin yang tinggi dan dapat menyebabkan kanker pada berbagai organ tubuh. Peningkatan kanker, diabetes, dan berbagai penyakit kronis pada beberapa tahun terakhir adalah buktinya.



Cara modern mengkonsumsi beras tidak berbeda dengan cara tradisional namun tidak menggunakan tenaga manusia untuk menekan, memeras, menggiling,menguliti dan menyimpan. Semua dapat diproses dengan penemuan mesin beras embrio. Mesin melakukan semua proses untuk menghasilkan beras embrio segar yang tetap aman dan bergizi untuk dikonsumsi sekaligus sesuai dengan gaya hidup modern yang praktis.




Setelah menganalisa semua informasi di atas, mari kita bertanya pada diri kita : 

Apakah kita masih tega
mengkonsumsikan beras putih kepada keluarga?

Apakah kita akan terus mengajarkan
kebiasaan makan beras putih pada anak kita?

Apakah kita tetap memulai
sendokan pertama bubur beras putih pada bayi kita?

Apakah kita tetap akan menyodorkan
racun-racun kimiawi kepada keluarga kita?

Apakah kita yang telah tahu informasi ini

hanya diam dan tidak bertindak?



......dan suatu saat ketika keluarga kita 
terkena diabetes, kanker, kolesterol, darah tinggi, dll 


...introspeksi diri kita,siapakah sebenarnya 

yang telah perlahan-lahan "membunuh"nya?









Beras adalah MAKANAN POKOK. Setiap hari kita makan nasi yang berasal dari beras. Mengurangi makan nasi putih bukanlah solusi yang mudah , bahkan bagi orang yang sudah terjangkit penyakit mematikan.  



Banyak sekali orang yang tidak bisa menikmati makan nasi karena alasan sakit, dan hal ini membuat mereka sangat menderita, KARENA SEJAK AWAL MENGENAL MAKANAN PADAT , RASA BERAS YANG PERTAMA KALI MELEKAT DI LIDAH KITA, disuapkan oleh ibunda tercinta.










PERTAMA KALI HADIR DI INDONESIA

SUGAWA Mesin Beras Embrio mengubah sekam, bekatul, dan lapisan aleuron dari beras mentah ke dalam bentuk bekatul bertepung serta bagian endosperm dan embrio menjadi beras embrio sehingga dapat mempertahankan nutrisi alami dari beras tersebut. Dengan teknik ini, kami dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi, serta meminimalkan pembuangan. Beras ini aman dikonsumsi dan seluruh proses penggilingan beras ini ramah lingkungan. Anda dapat menikmati rasa beras putih dengan nutrisi beras merah.

Informasi detail tentang Beras Embrio



10 KEUNGGULAN SEMPURNA

MESIN BERAS EMBRIO SUGAWA


  1. Kecepatan Tinggi: Menghasilkan beras embrio hingga lebih dari 500 gram per menit. 
  2. Elegan: bergaya Jepang dan berdesain modern. 
  3. Praktis: Mudah digunakan. 
  4. Higenis: Mudah dibersihkan dan dirawat. 
  5. Tahan Lama: Motor tanpa sikat yang berumur panjang. 
  6. Aman: Memiliki alat pengontrol otomatis untuk perlindungan terhadap suhu terlalu tinggi. 
  7. Lancar: Memproduksi beras embrio dengan stabil. 
  8. Advance: Desain pisau beras yang unik untuk pemasangan maupun sebaliknya. 
  9. Outstanding: Bahan anti bakteri inframerah untuk pisau beras dan penyimpanan. 
  10. Kuat: Penutup atas, wadah beras, dan wadah bekatul yang kuat.

GARANSI 1 TAHUN, ONGKOS KIRIM GRATIS

klik untuk BELI SEKARANG

Wednesday, December 4, 2013

Susu Sapi "Terlalu Asin" Buat Bayi


SHUTTERSTOCK Ilustrasi bayi minum susu


KOMPAS.com – Sejumlah ahli gizi memeringatkan, bayi yang berumur di bawah satu tahun tidak direkomendasikan untuk meminum susu sapi. Pasalnya, dalam susu sapi terkandung kadar garam yang terlalu tinggi untuk bayi sehingga hal tersebut bisa berdampak buruk untuk kesehatan buah hati.

Menurut hasil penelitian, susu sapi empat kali lebih asin jika dibandingkan dengan Air Susu Ibu. Sehingga, apabila susu sapi diberikan pada bayi yang belum berumur 12 bulan (1 tahun) cenderung akan memiliki diet garam yang tinggi.

Dr Pauline Emmett dan Vicky Cribb, ahli gizi dari Universitas Bristol Inggris menemukan, sekitar 7 dari 10 bayi di Inggris terlalu banyak mengonsumsi garam dalam makanan mereka. Studi ini dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition, di mana melibatkan 1.200 bayi berusia 8 bulan yang lahir pada tahun 1991 atau 1992.

Hasilnya diketahui bahwa, dalam 100 ml susu sapi mengandung 55 mg garam. Kandungan tersebut ternyata hampir empat kali lebih banyak dibandingkan ASI. Dalam setiap 100 ml ASI hanya mengandung 15 mg garam. Sedangkan pada 100 ml susu formula hasilnya bervariasi, mulai dari 15-30mg garam.

Pada bayi yang mengonsumsi 700 ml susu sapi setiap harinya akan mendapatkan 385 mg garam dari sumber itu saja. Asupan ini rupanya hampir memenuhi setengah dari asupan maksimum yang disarankan pada bayi berumur satu tahun.

Para peneliti memperingatkan, "temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi garam perlu dikurangi secara substansial pada anak-anak dari kelompok usia ini.”

"Bayi membutuhkan makanan yang khusus dipersiapkan untuk mereka tanpa ditambahkan garam, sehingga sangat penting dalam adaptasi diet keluarga. Diperlukan saran yang jelas untuk orang tua tentang makanan apa yang cocok untuk bayi,” jelasnya.

Lebih lanjut, peneliti mengatakan, "hal ini harus diinformasikan kepada semua orang tua dan wali, dan mereka harus dinasihati untuk tidak menggunakan susu sapi sebagai minuman utama sebelum usia 12 bulan,” tegasnya.

Memberikan terlalu banyak garam dalam makanan bayi dapat mendorong keinginan mereka untuk terus mengonsumsi garam dalam jumlah yang tinggi kedepannya, sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Para ahli menegaskan, mengonsumsi terlalu banyak garam bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Selain itu, pemberian garam terlalu banyak untuk anak kecil juga dapat merusak ginjal mereka. Departemen Kesehatan di Inggris menganjurkan untuk menghindari pemberian susu sapi pada bayi di bawah usia satu tahun.

Penulis : Bramirus Mikail | Selasa, 2 Agustus 2011 | 16:13 WIB
Sumber : health.kompas.com
Editor :Asep Candra























Tuesday, July 16, 2013

Pemutih pada Beras, Berbahayakah?

oleh : DR Nurul L Soeida Soeid, MS




SETELAH kasus pengawet natrium benzoate pada makanan-minuman (mamin) olahan beberapa waktu lalu menimbulkan keresahan masyarakat dan produsen, kini muncul isu baru tentang beras dengan bahan pemutih, khlorin, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan beras itu dijual di Pasar Tangerang.


Akibat berita itu, ditambah dengan terbatasnya pengetahuan masyarakat (baca:konsumen) tentang bahan pengawet, maka dampaknya bukan saja masyarakat dibuat bingung tetapi produsen pun bisa dipastikan 'terpukul'. Ini merujuk pada peristiwa pengawet natrium benzoat pada mamin olahan beberapa waktu lalu, berdampak pada keresahan masyarakat akan pengawet itu menyebabkan produk mamin tidak laku dan omzet penjualansejumlah produsen pun anjlok . Karena itu, tidak menutup kemungkinan produsen beras punakan mengalami hal sama.

Fakta di lapangan menunjukkan, konsumen (dalam hal ini ibu rumah tangga) pada umumnya mencari dan membeli beras yang putih dan bersih. Disadari atau tidak, bila dihadapkan pada dua pilihan beras putih dan bersih dengan beras putih kotor kecokelatan, pasti pilihan dijatuhkan pada yang pertama. Padahal pilihan kedua, beras putih kotor kecokelatan, boleh jadi kandungan gizinya lebih lengkap dan higienis.

Di saat proses padi menjadi beras dengan teknik slyp saat ini, ketika fraksi atau gesekan mesin dengan kulit gabah akan mengikis sebagian permukaan luar gabah (disebut lapisan aleuron), maka permukaan beras akan tampak bening dan lebih putih, sehingga seyogianya konsumen tidak perlu lagi 'menuntut' beras lebih putih lagi.

Tetapi jika dikaji lebih jauh, mengapa produsen mamin maupun beras menambahkan pengawet atau pemutih, ini semata-mata karena memenuhi tuntutan konsumen. Di pasar, konsumen selalu memilih mamin yang awet, tahan lama, tidak mudah jamuran, tidak mudah busuk, dan lainnya. Untuk beras pun memilih yang putih dengan dalih nasinya bisa lebih putih dan pulen. Kosekuensinya, produsen kemudian bisa menambahkan bahan pengawet atau pemutih.

Celakanya, ketika persoalan penembahan bahan pengawet atau pemutih itu mencuat ke permukaan, masyarakat kemudian ribut.

Persoalannya, sampai seberapa jauh sebenarnya dalam kasus bahan pemutih, khlorin pada beras bisa ditoleransi dan dinyatakan tidak berbahaya. Ini perlu disampaikan secara transparan, karena jika tidak bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, untuk membuat kondisi sosial ekonomi masyarakat kacau. Ke depan melalui penjelasan yang transparan, kiranya hal-hal semacam ini tidak perlu terjadi lagi dan berulang.


Tulisan berikut dalam konteks memberikan penjelasan berkait dengan penggunaan bahan tambahan makanan yang sering digunakan dan bagaimana pengaruhnya pada tubuh manusia. Dalam beberapa kasus penggunaan bahan tambahan itu memang diperlukan, oleh karena itu sebaiknya memang digunakan bahan-bahan tambahanyang memang benar-benar aman.


Bahan Tambahan Makanan


Berkait dengan Bahan Tambahan Makanan (BTM) sebagaimana bisa didefinisikan sebagai bahan kimia yang ditambahkan dan dicampurkan pada waktu proses pembuatan mamin, ada dua golongan. Pertama, BTM sengaja, yaitu tambahan yangdiberikan dengan sengaja. Bertujuannya untuk meningkatkan mutu mamin(konsistensinya, nilai gizi, cita rasa), mengendalikan keasaman dankebasaan, menjaga tekstur dan warna, mencegah oksidasi, menghambat pertumbuhan bakteri, atau jamur dan lainnya.

Kedua, BTM tidak sengaja, yaitu tambahan yang sifatnya sudah ada dalam mamin dalam jumlah sedikit. Pengawet dan pemutih merupakan salah satu penggunaan BTM. Pengawet terdiri atas senyawa organik dan anorganik. Tentu pengawet organik lebih sering digunakan dalam bentuk asam maupun garamnya, sepertiyang sering digunakan sebagai pengawet organik adalah asam sorbat, asam propionat,asam benzoat, dan asam asetat. Sedangkan pengawet anorganikyang masih sering digunakan, sulfit, nitrat, dan nitrit.

Asam benzoat (C6H5COOH) merupakan pengawet yang paling sering digunakan terutama pada mamin asam, karena bekerjanya efektif pada pH 2,5-4,0. Benzoat digunakan karena bisa mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri. Umumnya produsen menggunakan bentuk garamnya, yaitu natrium benzoat. Mengapa? Karena di dalam tubuh, garam tersebut akan terurai menjadi asam benzoat yangtidak terdisosiasi. Di samping itu tubuh mempunyai sistem autodetoksifikasi terhadap asam benzoat, sehingga tidak terakumulasi dalam jaringan tubuh selama tidak dikonsumsi berlebihan.

Umumnya asam benzoat bisa bereaksi dengan glisin membentuk asam hipurat yang tidak berguna dan akandibuang oleh tubuh. Asam sorbat juga sering ditambahkan pada maminuntuk mencegah pertumbuhan kapang dan bakteri dengan cara mencegahkerja enzim dehidrogenase terhadap lemak. Efektif bekerja pada pH basa,6,5. Jadi untuk mamin rasa asam memang sebaiknya tidak menggunakanpengawet jenis sorbet.

Bagaimana dengan khlorin (Cl2) pada pemutih beras? Ini merupakan salah satu zat pemutih yang memang fungsinya untuk pemutih tepung, sehingga sering juga ditambahkan sebagai pemutih beras. Ada beberapa pemutih pangan yang lazim digunakan yaitu nitrogen dioksida (NO2), nitrosil khlorida(NOCl), khlorin dioksida (ClO2). Masing-masing mempunyai daya pengoksidasiyang tinggi, sehingga tidak bisa digunakan sebagai BTM mamin berlemak, karena akan memicu ketengikan.

Khusus untuk khlorin sebenarnya merupakan salah satu unsur anorganik yang harus ada dalam tubuh sebanyak 0,15 persen dari berat, untuk membentuk jaringan tubuh, organ, dan sistem tubuh. Sementara itu khlorin (yang berfungsi sebagai pemutih) berupa gas, sehingga pada saat tepung diolah menjadi makanan, karena adanya pengaruh panas, maka gasakan hilang. Demikian pula khlorin yang kemungkinan 'terjebak' dalam beras adalah khlorin retensi. Artinya, bila beras dicuci, maka khlorin akan ikut dengan air pencuci, sehingga nasi yang dihasilkan, bebas khlorin.

Yang harus mendapat perhatian sebenarnya adalah, bagaimana sintesis khlorinnya, apakah khlorin disentesis dari bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan atau tidak. Bila ditengarai berbahaya, makatidak boleh digunakan untuk BTM. Uraian tadi menunjukkan bahwa pengawet mamin tidak perlu diragukan penggunaannya selama ditambahkan sesuai takaran yang diizinkan dan dihitung sesuai kebutuhan sasarannya.

Umumnya BTM sintetik samacam pengawet mempunyai kelebihan yaitu lebih pekat,lebih stabil dan lebih murah. Namun demikian kelemahannya sering terjadi ketidak sempurnaan proses sintesisnya, sehingga berbahaya bagikesehatan dan kadang-kadang mengandung zatyang karsinogenik, zat yang bisa memicu terjadinya kanker. Oleh sebab itu pemakaian pengawet harus jelas dan transparan. Artinya, harus mencantumkan kadar pengawet pada label kemasan harus jelas.

Tentang pelabelan ini, semua sebenarnya sudah diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan No 722/1988. Sedikitnya ada tiga hal yang perlu ditertibkan lagi oleh pihak berwenang dalam kaitan BTM. Pertama,berkait dengan kewajiban produsen untuk mencantumkan konsentrasi (ppm)pengawet, bukan jumlahnya.

Kedua, mengumumkan ke masyarakat jenis dan nama serta konsentrasi masing-masing BTM yang diizinkan, sehingga konsumen bisa ikut mengontrol (bukan hanya menuntut) produk yang dikonsumsinya dengan benar. Ketiga, bisa dipakai sebagai sarana mendidik dan mencerdaskan masyarakat untuk lebihpandai memilih dan mengonsumsi mamin kegemarannya, sehingga suatu saatkalau ada pemberitahuan terkait BTM, sudah tidak cemas lagi,bisa berpikir lebih jernih dalam menerima informasi dan tidak perlu lagi takut dalam mengonsumsinya.

*Dosen Jurusan FMIPA Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Sumber : http://be-rice.webs.com

Monday, July 15, 2013

kandungan Gizi Bekatul Beras


Bekatul adalah bagian terluar dari bagian bulir yang terbungkus oleh sekam. Bulir adalah buah sekaligus biji berbagai tumbuhan serealia sejati, sepertipadi, gandum, dan jelai. Istilah bekatul terutama disematkan kepada padi, karena serealia inilah yang dikenal dalam budaya Nusantara. Namun demikian, bekatul dapat diperoleh pula dari jagung, gandum, milet, serta jelai.

Bekatul Beras
Asal-usul bekatul secara anatomi adalah lapisan aleuron dan sebagian perikarp yang terikut. Aleuron adalah lapisan sel terluar yang kaya gizi dariendospermium, sementara perikarp adalah bagian terdalam dari sekam. Bekatul padi dapat dilihat pada beras yang diperoleh dari penumbukan. Proses pemisahan bekatul dari bagian beras lainnya dikenal sebagai penyosohan (polishing) untuk memperpanjang masa penyimpanan beras, sekaligus memutihkannya.

Kandungan gizi bekatul dikenal luas sejak ditemukannya vitamin B1 (tiamin) dari beras yang belum disosoh, yang bila dikonsumsi terbukti menekan frekuensi penyakit beri-beri oleh Dr. Eijkman. Kandungan gizi lainnya adalah serat pangan, pati, protein, serta mineral. Selain kaya dengan kandungan gizinya, bekatul dikenal juga dengan berbagai banyak manfaat untuk kesehatan kita.


Isi Kandungan Gizi Bekatul Beras - Komposisi Nutrisi Bahan Makanan

Bekatul Beras adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Bekatul Beras mengandung energi sebesar 275 kilokalori, protein 12,6 gram, karbohidrat 54,6 gram, lemak 14,8 gram, kalsium 32 miligram, fosfor 2000 miligram, dan zat besi 14 miligram. Selain itu di dalam Bekatul Beras juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,82 miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Bekatul Beras, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Bekatul Beras :
Nama Bahan Makanan : Bekatul Beras
Nama Lain / Alternatif : Katul Beras 
Banyaknya Bekatul Beras yang diteliti (Food Weight) = 100 gr 
Bagian Bekatul Beras yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Bekatul Beras = 275 kkal
Jumlah Kandungan Protein Bekatul Beras = 12,6 gr
Jumlah Kandungan Lemak Bekatul Beras = 14,8 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Bekatul Beras = 54,6 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Bekatul Beras = 32 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Bekatul Beras = 2000 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Bekatul Beras = 14 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Bekatul Beras = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Bekatul Beras = 0,82 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Bekatul Beras = 0 mg
Khasiat / Manfaat Bekatul Beras : - (Belum Tersedia) 
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : B 
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.

Keterangan :
Riset/penelitian pada Bekatul Beras yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena berbagai faktor yang mempengaruhi. Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan pada informasi daftar komposisi bahan makanan Bekatul Beras ini. Semoga informasi kandungan gizi/nutrisi Bekatul Beras ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Terima Kasih


Sumber : keju.blogspot.com dan wikipedia

Manfaat Bekatul Bagi Kesehatan


Bekatul atau rice brand adalah lapisan luar dari beras hasil penggilingan padi dan mengandung komponen bioaktif pangan yang amat baik buat kesehatan. Bekatul mengandung protein, mineral, lemak atau asam lemak esensial, Phytosterosis, Polyphenois, Phospholipids, Beta-sitosterol, Co-enzyme Q10, Omega 3 Fatty Acids, Omega 6 Fatty Acids dan Oteic Acid, Dietery Fibres (serat pencernaan). 

Bekatul juga mengandung vitamin complex (Tocopherols, Tocotrienols, Gamma-Oryzanol), vitamin B complex (B1, B2, B3, B5, B6 dan B15/Vital antioksidan) serta nutrisi penting lain yang memiliki khasiat luar biasa sebagai penangkal penyakit-penyakit degeneratif. Berikut manfaat dari bekatul antara lain: 

1. Kencing manis
2. Darah tinggi
3. Kolesterol tinggi
4. Pengapuran pembuluh darah
5. Serangan jantung karena penyumbatan pembuluh darah
6. Gangguan aliran pembuluh darah jantung
7. Asma
8. Memperbaiki fungsi hati
9. Encok
10. Gairah sex
11. Gejala sering sakit kepala
12. Sering berdebar jantung
13. Rasa pegal otot
14. Gangguan pencernaan
15. Sembelit, susah buang air besar
16. Peningkatan daya tahan fisik
17. Penuaan dini
18. Kegemukan
19. Mengatasi haid tidak teratur
20. Meningkatkan kesuburan
21. Kista Ovarium

Mengkonsumsi bekatul guna mengobati penyakit, haruslah dilakukan secara bertahap. Jika dilakukan sewaktu-waktu hasilnya kurang maksimal. Biasanya dengan cara diminum seperti minum teh atau minum kopi-susu. Waktu 3 bulan paling sedikit guna penyembuhan penyakit, diminum setiap pagi dan sore. Bila untuk penjaga stamina atau kesehatan bisa di konsumsi setaip hari. Bermanfaat menambah kekuatan dan tidak mudah pusing serta tidak gampang capek. 

Bekatul dapat diminum dengan teh hangat caranya bekatul yang masih baru dan halus sebanyak dua sendok makan sekitar 20-30 gram, dicampur dengan teh agak kental, gula secukupnya, diseduh dengan satu gelas air hangat atau lebih baik air mendidih. Apabila menginginkan bekatul dapat dicampur dengan susu. Siapkan Bekatul yang sudah disaring dengan halus sebanyak dua sendok makan sekitar 20-30 gram. Dicampur dengan segelas susu segar atau susu instant yang sudah diseduh dengan air hangat, bisa pula ditambahkan gula. Diaduk sampai rata. Diamkan sampai agak dingin. 

Sedangkan untuk menjaga kesehatan atau stamina dapat mencoba mencampurkan 30 gram sehari sekitar 15 gram di pagi dan sore hari atau sekaligus 30 gram pagi. Campur dengan satu gelas air panas atau air termos. Agar lebih enak, tambahkan gula merah, gula putih, gula obat bagi penderita DM, susu, cokelat, sup, bubur kacang hijau, havermut, mi instan, santan kelapa, dan lain-lain. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan selamat mencoba! (Eunike Maharani/YSH)

sumber : http://news.liputan6.com

SEBARKAN INFORMASI INI