Kesaksian Para Pemilik Mesin Beras Embrio SUGAWA

Thursday, December 12, 2013

Fakta tentang Beras Putih


Kesehatan kita dipengaruhi oleh banyak hal seperti pola makan, jadwal istirahat, aktivitas pekerjaan, olahraga, stress dan lain-lain. Dari seluruh faktor yang mempengaruhi kesehatan tersebut, ternyata pola makan memegang kontribusi yang dominan dan sangat penting untuk diprioritaskan. Pola makan yang baik meliputi frekuensi makan, jenis makanan, jumlah kalori dari makanan, cara makan dan tentu saja gizi yang terkandung dalam makanan tersebut. 


Setiap benua memiliki perbedaan tradisi dalam pola makan, dan biasanya makanan utama/makanan pokok dari setiap negara berbeda. Ada yang berasal dari gandum, ubi-ubian, jagung, padi, sagu, dan sebagainya. Negara kita dikenal dengan makanan pokoknya , yaitu nasi, yang berasal dari beras.

Namun, beberapa tahun terakhir banyak sekali bermunculan jutaan artikel di media maupun internet membahas kelemahan dan kekurangan dari makanan pokok bangsa Indonesia. Beras dan nasi dituding menjadi pemicu dari salah satu gejala penyakit yang mematikan di dunia , yaitu kencing manis (diabetes). Kencing manis divonis sebagai dalang dari berbagi komplikasi penyakit mematikan seperti serangan jantung, gagal ginjal, stroke, kemandulan, katarak, dan masih  banyak lagi. Bangsa Indonesia dinilai memiliki penderita kencing manis terbanyak di dunia karena setiap hari rajin mengkonsumsi beras/nasi. 

Beberapa artikel memuat bahaya nasi putih yang terkait dengan kencing manis , antara lain: 
http://health.kompas.com/read/2012/03/16/11184138/Nasi.Putih.Tingkatkan.Risiko.Diabetes

Sebelum kita menyetujui tudingan bahwa makanan pokok kita adalah sumber penyakit, ada baiknya kita mengkritisi beberapa hal berikut : 
  1. Benarkah leluhur kita meninggalkan sesuatu yang berbahaya bagi kita semua? Tegakah mereka meneruskan tradisi yang membawa petaka bagi generasi berikutnya?
  2. Benarkah beras dan nasi adalah sumber penyebab diabetes? Bila benar demikian, kenapa orang Jepang yang juga makanan pokoknya beras merupakan bangsa yang paling sedikit terkena diabetes?
  3. Kalo memang beras/nasi menyebabkan kencing manis, kenapa penderita kencing manis sekitar 20 - 50 tahun lalu tidak sebanyak sekarang? Bukankah tradisi makan nasi tidak pernah berubah sejak dulu?
Jika memang beras/nasi yang kita makan sama dengan beras dahulu, harusnya dampaknya sama sejak dulu, artinya penderita diabetes di indonesia harusnya saat ini sudah jauh lebih banyak lagi.  Padahal maraknya pengidap diabetes di Indonesia terlihat peningkatan signifikan baru dalam 20 tahun terakhir.


Mari kita perhatikan beberapa kenyataan berikut :

Beras jaman dahulu punya banyak karakteristik yang berbeda dengan beras saat ini. Tanyakanlah hal ini kepada orang di keluarga kita yang hidup paling tidak mengalami era sebelum tahun 1990. Perubahan fisik pada beras tidak terjadi secara mendadak, melainkan secara perlahan-lahan sehingga tidak terdeteksi dan proses yang panjang ini berlangsung tanpa kita sadari dalam 20 tahun terakhir. Setidaknya secara fisik, ada 3 perbedaan mencolok antara beras dahulu dan beras sekarang.
  1. Warna. Dulu warna beras bukanlah putih, melainkan agak krem/coklat dan pekat seperti susu. Jika kita bandingkan dengan beras saat ini cenderung warnanya putih agak transparan dan sedikit mengkilat. Beras jaman dahulu bila dilihat terkesan agak tidak rata warnanya karena ujungnya terdapat embrio / tunas/ lembaga /menir (bahasa Jawa) yang seperti susu, sedangkan beras sekarang warnanya rata dan ujungnya cekung krn telah kehilangan embrio tersebut.
  2. Tekstur. Tekstur beras dahulu bila dipegang akan berasa seperti sedikit bertepung dan agak kesat, sedangkan beras sekarang terasa keras, licin dan bersih. 
  3. Konten. Bila dijatuhkan ke lantai atau permukaan yang keras, beras jaman dahulu akan relatif memantul lebih rendah, sedangkan beras jam sekarang relatif akan memantul lebih tinggi antara 2-3 kali lipat pantulan beras jaman dahulu. 



BEBERAPA EKSPERIMEN YANG ANDA BISA LAKUKAN SENDIRI DI RUMAH
  1. Beli beras mentah kemudian tanam ke tanah di rumah dan sirami setiap hari, maka yang terjadi adalah bbrpa hari kemudian beras tersebut akan tumbuh. Inilah yang disebut dengan beras hidup. Bersamaan dengan itu tanamlah beras putih yang biasa anda makan setiap hari di sebelah beras mentah tersebut dan lakukan hal yang sama, hasilnya tidak akan ada yang tumbuh. (Lihat Hasil Eksperimen)
  2. Carilah mangga yang belum matang 2 buah, dan masukkan satu ke dalam tempat beras mentah (dipendam) dan pendamlah mangga yang lain di dalam tempat beras putih. Tunggulah bbrp hari kemudian perhatikan apa yang terjadi pada kedua mangga tersebut. Mangga yang dipendam dalam beras mentah akan masak/matang dan manis. Mangga yang dipendam dalam tempat beras putih akan lebih mentah dan berbeda rasanya, beberapa mungkin busuk.
  3. Celupkan tangan Anda ke dalam tumpukan beras mentah  dan celupkan sebelah tangan anda ke dalam tumpukan beras putih. Rasakanlah hawanya, maka tangan yang dipendam dalam beras mentah akan terasa lebih hangat daripada yang di dalam beras putih. Artinya beras mentah atau beras embrio memiliki energi karena masih hidup
  4. Cucilah beras mentah, dan siramkan air cuciannya ke tanaman Anda setiap hari , perhatikan pertumbuhan bunganya dalam 1-2 minggu (terutama pada tanaman yang mudah berbunga seperti mawar). Bandingkan bila Anda menyiramkan air cucian beras putih. Yang disiram dengan air cucian beras embrio akan tumbuh subur, yang disiram dengan cucian air beras putih tidak akan banyak perubahan, bahkan mungkin akan terjadi beberapa proses penjamuran

Mengapa beras dahulu berbeda dengan sekarang ?
  • Persepsi masyarakat yang menganggap beras yang putih adalah beras yang baik karena terlihat bersih, mengkilap
  • Gaya hidup praktis, lebih suka menumpuk beras dalam waktu lama dan bebas kutu
  • Populasi yang meningkat cepat membuat produksi beras putih berskala masa dan harus tahan lama.
Hal ini mengakibatkan beras mengalami transformasi menjadi bentuk seperti sekarang (putih, bersih, bebas kutu, tahan lama) demi mengikuti permintaan pasar / market. Untuk mendapatkan beras putih dipergunakanlah berbagai macam cara yang terkadang sangat berbahaya untuk kesehatan. Beberapa zat kimia yang diduga dapat dicampuran dalam beras ketika dalam penggilingan antara lain : anti jamur , pemutih, zat kapur, dan pengawet.





Beberapa artikel tentang beras yang dicampuri zat kimia :
http://www.resepbunda.biz/2012/02/03/memilih-beras-baik-aman-untuk-dikonsumsi-dari-catering-bandung-resep-bunda/
http://kumpulanartikelbersama.blogspot.com/2011/12/bahaya-dan-tips-deteksi-beras.html
http://my.opera.com/indatyas/blog/waspada-zat-pemutih-pada-beras
http://www.resep.web.id/tips/inilah-5-tips-agar-terhindar-dari-bahaya-beras-mengandung-arsenik.htm
http://kamianakpangan.blogspot.com/2009/09/fenomena-beras-berpemutih.html
http://ayok.wordpress.com/2007/09/03/82-persen-penggilingan-padi-di-jabar-gunakan-klorin/
http://zoewarck.blogspot.com/2011/10/bahaya-beras-berpemutih.html
https://www.google.com/searchbiw=1366&bih=681&q=beras+berpengawet&oq=beras+berpen&gs_l=serp.1.0.0i30j0i5i30.14318.17785.0.20349.14.13.1.0.0.0.159.1697.3j10.13.0...0.0...1c.1.11.serp.RTvgL9WQkDM
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=293446


Konsumsi Beras Mentah sebagai Alternatif

Beberapa waktu terakhir cukup banyak orang yang mulai mengkonsumsi beras mentah (beras coklat, beras merah, beras hitam) sebagai alternatif mengurangi konsumsi beras putih. Praktisi kesehatan dan nutrisionis pun mulai menganjurkan kepada para pasien dan klien agar mengganti konsumsi beras putih dengan bahan makanan lain seperti kentang, beras merah, beras hitam, umbi-umbian, dan sebagainya. Semua alternatif dianjurkan dengan tujuan mengurangi indeks glikemi (gula) dalam makanan. Mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemi yang lebih rendah membantu mengurangi resiko penyakit kencing manis.


Beras mentah memang memiliki keunggulan dari sisi kesehatan, namun ada beberapa masalah yang terdapat pada beras mentah, sehingga cukup banyak orang yang menghentikan konsumsi beras mentah dan kembali mengkonsumsi beras putih. Tekstur beras mentah keras dan sulit menyatu dengan lauk menyebabkan rasanya tidak sedap di mulut.  Memasak beras mentah pun juga harus menggunakan tehnik khusus yaitu dengan merendamnya semalaman sebelum dimasak atau memasaknya dengan air yang lebih banyak.  


Konsumsi beras mentah juga akan memberikan masalah baru bagi pencernaan karena kandungan asam fitat (phytic acid) yang terdapat pada kulit ari beras. Asam fitat ini akan menghambat penyerapan vitamin, mineral, serat dan kandungan gizi dalam beras. Artinya, seandainya pun beras mentah berhasil dikonsumsi, kandungan gizinya juga tidak pernah terserap maksimal karena keberadaan asam fitat. 


 KESIMPULAN :

Bangsa Indonesia makan beras yang sama sejak jaman dahulu hingga sekarang. Perbedaannya adalah bangsa Indonesia sekarang mengolah beras hingga menjadi nasi dengan cara yang berbeda, dan cara tersebut bukan memberikan keuntungan secara kesehatan terhadap bangsa ini, namun memberikan momok penyakit baru yang sangat menurunkan kualitas kehidupan. Indonesia saat ini menjadi negara no.4 tertinggi penderita diabetes seluruh dunia, dan berpotensi menjadi no.1 pada tahun 2030. 
http://www.tribunnews.com/2012/12/20/indonesia-berisiko-jadi-juara-penyakit-diabetes-terparah-dunia-tahun-2030
http://www.pdpersi.co.id/content/news.php?mid=5&nid=618&catid=23
http://indodiabetes.com/data-statistik-jumlah-penderita-diabetes-di-dunia-versi-who.html



Bagaimana solusi yang tepat untuk permasalahan ini? Sangat sederhana, yaitu menjaga kualitas gizi beras yang akan kita makan. Nutrisi ini terkandung dalam BERAS EMBRIO. 



Beras Embrio adalah beras yang mempertahankan embrio namun melepas lapisan luar lainnya. Embrio membentuk hanya 3% dari gabah tetapi dengan 66% dari nutrisi beras, yang pada dasarnya merupakan jiwa dari beras. Beras ini kaya akan vitamin B kompleks, serat, biotin, mikro mineral dan lainnya. Beras ini juga membantu untuk mengurangi terjadinya hipertensi, sembelit, diabetes dan kanker. Rasanya enak, mudah dimasak, mudah dicerna dan mudah diserap. Melalui Embryo Rice Machine, saat ini beras embrio dapat didapatkan dengan mudah sehingga telah banyak dikonsumsi di Jepang, Korea, dan negara-negara maju lainnya. 

klik disini SOLUSI MAKAN BERAS SEHAT



MANFAAT BERAS EMBRIO
  1. Membantu menghilangkan racun tubuh dan penyerapan nutrisi.
  2. Memupuk bakteri yang baik.
  3. Pembentukan vitamin.
  4. Membersihkan darah, meningkatkan metabolisme, dan memperkuat kesehatan tubuh.
  5. Menyembuhkan susah buang air besar.
  6. Mengurangi tekanan di dalam usus.
  7. Beras embrio yang sudah dimasak rasanya enak.
  8. Bermanfaat untuk penderita diabetes dan obesitas.
  9. Mengatur kadar nitrogen dan glukosa dalam darah.
  10. Menyerap mikro nutrisi secara efektif.
  11. Mengatur dan meningkatkan kinerja pencernaan dan otak.
  12. Mengatur kinerja saraf dan meningkatkan kekebalan tubuh.
  13. Sumber yang kaya akan vitamin E meningkatkan sirkulasi darah.


PERBANDINGAN NUTRISI 
BERAS PUTIH vs BERAS EMBRIO

NutrisiBeras
 Embrio
Beras Putih
Kalsium3817Membersihkan darah, membentuk tulang.
Fosfor332SedikitBagian penting dari otak, meningkatkan daya ingat.
Zat Besi2Hampir Tidak AdaMencegah anemia, membangun sel-sel darah merah, dan memperkuat tulang.
Magnesium75SedikitMemperkuat sel-sel tulang.
Vitamin B1120-50054Kekurangan Vitamin B1 dapat menyebabkan mati rasa pada kaki, kelelahan, fungsi otak yang memburuk.
Vitamin B126633Kekurangan Vitamin B12 dapat menyebabkan sariawan pada mulut dan lidah.
Vitamin B51520750Meningkatkan fungsi otak, kekurangan Vitamin B5 dapat menyebabkan penyakit kulit.
Asam Folat2016Kekurangan Asam Folat dapat menyebabkan anemia dan penurunan sel darah putih.
Vitamin B662037Banyak ditemukan pada bakteri, ragi, dapat menyembuhkan kondisi asam.
Vitamin K10.0001.000Kekurangan Vitamin K dapat mempersulit pembekuan darah.
Vitamin LSedikitTidak AdaKekurangan Vitamin L dapat menyebabkan penurunan produksi susu.
Vitamin ESedikitTidak adaKekurangan Vitamin E dapat menyebabkan infertilitas, kelemahan pada pria.
Asam Taro4.1001.000Kekurangan Asam Taro dapat menyebabkan penyakit kulit, pneumonia, diare, nyeri saraf.
Biotin128Kekurangan Biotin dapat menyebabkan kerontokan dan menghambat mobilitas.
Inositol12.400114Mengatur pergerakan usus.
Serat1.000300Membantu buang air besar, menghilangkan impaksi tinja.




Bagaimana kita dapat mendapatkan beras embrio? Ternyata cara mendapatkan beras embrio telah diketahui bangsa Jepang sejak 50 tahun yang lalu.  Seperti kita ketahui, Jepang adalah negara dengan umur terpanjang di dunia dalam rata-rata. Studi baru menunjukkan bahwa rentang umur masyarakat Jepang untuk laki-laki mencapai 81 tahun sedangkan wanita mencapai 86 tahun. Alasan utama untuk hal ini adalah masyarakat Jepang mengkonsumsi beras embrio segar setiap hari.


Di Jepang, harga beras embrio mencapai 25 kali lebih mahal dibandingkan harga beras biasa. Di Jepang, restoran-restoran menyajikan setiap mangkuk nasi dengan harga 600 yen, sekitar Rp. 65000, tetapi tambahan makanan kecil disajikan secara gratis. Oleh karena itu, kita dapat melihat bahwa diet beras yang segar memberikan nutrisi yang seimbang di Jepang, yang pada dasarnya merupakan penyebab utama untuk panjangnya rentang umur di kalangan masyarakat Jepang.


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita makan hidangan laut yang segar, kita bergegas ke pasar setiap pagi untuk sayuran-sayuran segar. Alasananya adalah makanan yang segar mempertahankan nutrisi dengan baik dan memiliki rasa jauh lebih enak. Tidakkah Anda berpikir bahwa makanan pokok kita sehari-hari (beras) juga harus segar? Ya, kita memerlukan beras segar supaya dapat tetap sehat dan berumur panjang. 



Cara tradisional mengkonsumsi beras membutuhkan beras padi yang ditekan, diperas, digiling, dikuliti, penyimpanan lebih lanjut, dan dikirim sebelum mencapai meja makan kita. Beberapa pedagang yang tidak etis bahkan membeli beras busuk untuk didaur ulang lalu dipasarkan kembali. Minyak industry seperti pemutih, pewangi, dan pewarna ditambahkan untuk membuat beras busuk terlihat baru. Beras busuk mengandung tingkat aflatoksin yang tinggi dan dapat menyebabkan kanker pada berbagai organ tubuh. Peningkatan kanker, diabetes, dan berbagai penyakit kronis pada beberapa tahun terakhir adalah buktinya.



Cara modern mengkonsumsi beras tidak berbeda dengan cara tradisional namun tidak menggunakan tenaga manusia untuk menekan, memeras, menggiling,menguliti dan menyimpan. Semua dapat diproses dengan penemuan mesin beras embrio. Mesin melakukan semua proses untuk menghasilkan beras embrio segar yang tetap aman dan bergizi untuk dikonsumsi sekaligus sesuai dengan gaya hidup modern yang praktis.




Setelah menganalisa semua informasi di atas, mari kita bertanya pada diri kita : 

Apakah kita masih tega
mengkonsumsikan beras putih kepada keluarga?

Apakah kita akan terus mengajarkan
kebiasaan makan beras putih pada anak kita?

Apakah kita tetap memulai
sendokan pertama bubur beras putih pada bayi kita?

Apakah kita tetap akan menyodorkan
racun-racun kimiawi kepada keluarga kita?

Apakah kita yang telah tahu informasi ini

hanya diam dan tidak bertindak?



......dan suatu saat ketika keluarga kita 
terkena diabetes, kanker, kolesterol, darah tinggi, dll 


...introspeksi diri kita,siapakah sebenarnya 

yang telah perlahan-lahan "membunuh"nya?









Beras adalah MAKANAN POKOK. Setiap hari kita makan nasi yang berasal dari beras. Mengurangi makan nasi putih bukanlah solusi yang mudah , bahkan bagi orang yang sudah terjangkit penyakit mematikan.  



Banyak sekali orang yang tidak bisa menikmati makan nasi karena alasan sakit, dan hal ini membuat mereka sangat menderita, KARENA SEJAK AWAL MENGENAL MAKANAN PADAT , RASA BERAS YANG PERTAMA KALI MELEKAT DI LIDAH KITA, disuapkan oleh ibunda tercinta.










PERTAMA KALI HADIR DI INDONESIA

SUGAWA Mesin Beras Embrio mengubah sekam, bekatul, dan lapisan aleuron dari beras mentah ke dalam bentuk bekatul bertepung serta bagian endosperm dan embrio menjadi beras embrio sehingga dapat mempertahankan nutrisi alami dari beras tersebut. Dengan teknik ini, kami dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi, serta meminimalkan pembuangan. Beras ini aman dikonsumsi dan seluruh proses penggilingan beras ini ramah lingkungan. Anda dapat menikmati rasa beras putih dengan nutrisi beras merah.

Informasi detail tentang Beras Embrio



10 KEUNGGULAN SEMPURNA

MESIN BERAS EMBRIO SUGAWA


  1. Kecepatan Tinggi: Menghasilkan beras embrio hingga lebih dari 500 gram per menit. 
  2. Elegan: bergaya Jepang dan berdesain modern. 
  3. Praktis: Mudah digunakan. 
  4. Higenis: Mudah dibersihkan dan dirawat. 
  5. Tahan Lama: Motor tanpa sikat yang berumur panjang. 
  6. Aman: Memiliki alat pengontrol otomatis untuk perlindungan terhadap suhu terlalu tinggi. 
  7. Lancar: Memproduksi beras embrio dengan stabil. 
  8. Advance: Desain pisau beras yang unik untuk pemasangan maupun sebaliknya. 
  9. Outstanding: Bahan anti bakteri inframerah untuk pisau beras dan penyimpanan. 
  10. Kuat: Penutup atas, wadah beras, dan wadah bekatul yang kuat.

GARANSI 1 TAHUN, ONGKOS KIRIM GRATIS

klik untuk BELI SEKARANG

Wednesday, December 4, 2013

Fakta Susu Sapi



Susu Sapi

Susu sapi proses ekstrim yang mengalami susu, serta jumlah tinggi antibiotik, hormon, dan zat genetik dimodifikasi bahwa sapi terus-menerus terpapar, saya dapat, dengan kepastian yang banyak, mengatakan bahwa ada bahaya nyata dan terkemuka yang terkait dengan minum susu dari sapi. Semua sapi melepaskan racun melalui air susu mereka, karena susu merupakan pintu keluar portal-alam untuk zat yang tubuh tidak dapat digunakan.



Daftar “Bahan” Ditambahkan ke Susu Sapi
Berikut adalah beberapa komponen buatan-rekayasa ditemukan di kaca rata-rata susu yang dipasteurisasi dan dihomogenisasi non organik di meja makan Amerika:

- Sebuah Cocktail Veritable Hormon: termasuk hormon hipofisis, steroid, hipotalamus, dan tiroid (ingat sapi paling sangat stres)
- Gastrointestinal Peptides: Saraf dan faktor pertumbuhan epidermal, dan pertumbuhan inhibitor MDGI dan MAF
- rBGH (Hormon Pertumbuhan rekombinan Bovine): hormon rekayasa genetika langsung berhubungan dengan kanker payudara, usus besar dan prostat. Hal ini disuntikkan ke sapi untuk meningkatkan produksi susu [1].
- Nanah: rata-rata nasional menunjukkan sedikitnya 322 juta sel-tuduhan nanah per gelas [2] Ini adalah baik di atas batas manusia untuk nanah asupan, dan telah langsung berhubungan dengan bakteri paratuberculosis, serta penyakit Crohn!. Nanah berasal dari ambing yang terinfeksi pada sapi yang dikenal sebagai mastitis.
- Sel Darah:. USDA memungkinkan hingga 1,5 juta sel darah putih per mililiter susu yang biasa dijual [3] Ya, Anda minum darah sapi dalam susu dan USDA memungkinkan ini!
- Antibiotik: Saat ini, sapi dalam keadaan penyakit dan penganiayaan bahwa mereka terus-menerus disuntik dengan obat-obatan antibiotik, dan menggosok bawah dengan kimia-sarat salep untuk menangani infeksi kronis mereka. Saat ini, komite yang mengatur hanya menguji 4 dari 85 obat pada sapi perah. Ini berarti bahwa 81 obat lain dalam susu sapi yang datang langsung ke kacamata Anda dan tubuh. Estimasi menunjukkan bahwa 38% susu di AS “terkontaminasi dengan obat sulfa atau antibiotik lainnya,” menurut sebuah studi oleh Pusat Ilmu Pengetahuan untuk Kepentingan Umum dan diterbitkan dalam Wall Street Journal pada tanggal 29 Desember 1989. Sebuah studi dari data FDA menunjukkan bahwa lebih dari setengah dari semua susu adalah sarat dengan jejak obat-obatan namun tidak ada yang dilakukan untuk mengontrol ini.


Bagaimana Hal ini Mempengaruhi Sapi?

Selanjutnya, tidak hanya orang minum racun ini, kami juga mengambil dalam efek energik kehidupan sapi.

Studi menunjukkan bahwa banyak sapi terinfeksi dengan infeksi inflamasi sangat menyakitkan seperti mastitis. Karena over-memerah susu, hormon buatan, bakteri dan obat-obatan, ambing sapi dapat menjadi kronis meradang, sehingga mengubah warna dan rasa susu.

Seiring waktu, ini invasi bakteri menyebabkan kerusakan pada kelenjar susu sapi, berbau malapetaka pada susu yang dihasilkan. Dari cacing parasit untuk tumor kanker, penyakit ini sering diteruskan kepada generasi berikutnya sapi, dan lebih sering, ke dalam susu yang kita minum.

Bahkan lebih, kondisi di mana sapi hidup, serta rezim memerah susu ketat, menyebabkan sapi perah untuk hidup dalam keadaan permanen simpatik (stres) respon, serta adrenal berlebihan beban. Ketika kelenjar adrenalin kita terlalu banyak bekerja untuk jangka waktu yang lama, ada kelebihan kortisol dalam darah. Ketika kita minum susu ini, kita kemudian terkena jutaan stres-respon sel-sel dalam susu sapi. Hal ini tidak mengherankan bahwa kita adalah masyarakat yang kronis-stres!
Cara Hindari Bahaya Terkait dengan Susu Sapi

Sebagai kesimpulan, mungkin ide yang baik untuk beristirahat pembersihan dari susu. Berikut adalah beberapa cara untuk menghindari bahaya yang terkait dengan susu sapi:

Ganti susu sapi dengan pengganti alami yang sehat: susu beras, susu almond, susu kambing mentah atau favorit saya – susu rami.
Jika Anda bersikeras untuk minum susu sapi, pastikan untuk membeli hanya non-rekayasa genetika, berbagai makan, versi baku organik. Bahkan lebih baik, berbicara dengan petani lokal organik Anda untuk memastikan sapi yang diperlakukan dengan baik.

sumber : apotekherbal.com

Susu Sapi "Terlalu Asin" Buat Bayi


SHUTTERSTOCK Ilustrasi bayi minum susu


KOMPAS.com – Sejumlah ahli gizi memeringatkan, bayi yang berumur di bawah satu tahun tidak direkomendasikan untuk meminum susu sapi. Pasalnya, dalam susu sapi terkandung kadar garam yang terlalu tinggi untuk bayi sehingga hal tersebut bisa berdampak buruk untuk kesehatan buah hati.

Menurut hasil penelitian, susu sapi empat kali lebih asin jika dibandingkan dengan Air Susu Ibu. Sehingga, apabila susu sapi diberikan pada bayi yang belum berumur 12 bulan (1 tahun) cenderung akan memiliki diet garam yang tinggi.

Dr Pauline Emmett dan Vicky Cribb, ahli gizi dari Universitas Bristol Inggris menemukan, sekitar 7 dari 10 bayi di Inggris terlalu banyak mengonsumsi garam dalam makanan mereka. Studi ini dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition, di mana melibatkan 1.200 bayi berusia 8 bulan yang lahir pada tahun 1991 atau 1992.

Hasilnya diketahui bahwa, dalam 100 ml susu sapi mengandung 55 mg garam. Kandungan tersebut ternyata hampir empat kali lebih banyak dibandingkan ASI. Dalam setiap 100 ml ASI hanya mengandung 15 mg garam. Sedangkan pada 100 ml susu formula hasilnya bervariasi, mulai dari 15-30mg garam.

Pada bayi yang mengonsumsi 700 ml susu sapi setiap harinya akan mendapatkan 385 mg garam dari sumber itu saja. Asupan ini rupanya hampir memenuhi setengah dari asupan maksimum yang disarankan pada bayi berumur satu tahun.

Para peneliti memperingatkan, "temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi garam perlu dikurangi secara substansial pada anak-anak dari kelompok usia ini.”

"Bayi membutuhkan makanan yang khusus dipersiapkan untuk mereka tanpa ditambahkan garam, sehingga sangat penting dalam adaptasi diet keluarga. Diperlukan saran yang jelas untuk orang tua tentang makanan apa yang cocok untuk bayi,” jelasnya.

Lebih lanjut, peneliti mengatakan, "hal ini harus diinformasikan kepada semua orang tua dan wali, dan mereka harus dinasihati untuk tidak menggunakan susu sapi sebagai minuman utama sebelum usia 12 bulan,” tegasnya.

Memberikan terlalu banyak garam dalam makanan bayi dapat mendorong keinginan mereka untuk terus mengonsumsi garam dalam jumlah yang tinggi kedepannya, sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Para ahli menegaskan, mengonsumsi terlalu banyak garam bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Selain itu, pemberian garam terlalu banyak untuk anak kecil juga dapat merusak ginjal mereka. Departemen Kesehatan di Inggris menganjurkan untuk menghindari pemberian susu sapi pada bayi di bawah usia satu tahun.

Penulis : Bramirus Mikail | Selasa, 2 Agustus 2011 | 16:13 WIB
Sumber : health.kompas.com
Editor :Asep Candra























SEBARKAN INFORMASI INI